PDF Print E-mail
Written by duniasapi   
Monday, 10 August 2009 13:06

Batu Bata dari Limbah Kotoran Sapi

Beternak sapi, secara umum memang banyak memberikan keuntungan kepada para peternaknya. Selain keuntungan ekonomis dari kenaikan berat badan juga didapat keuntungan lain dari hasil sampingan berupa limbah. Selama ini, limbah kotoran sapi hanya dimanfaatkan sebagai pupuk.Ternyata, limbah kotoran sapi ini dapat pula dipakai sebagai bahan baku pembuatan bata untuk bahan bangunan.

 

 Ini adalah Proyek penelitian yang dilakukan oleh enam orang mahasiswa Prasetiya Mulya Business School, dan menyabet juara pertama kompetisi business plan tingkat dunia bertajuk “Global Social Venture Competition (GSVC) 2009” yang berlangsung 23-25 April 2009 di University of California, Berkeley, Amerika Serikat.

 

GSVC merupakan kompetisi perencanaan bisnis tingkat dunia yang diselenggarakan setiap tahun sejak 1999. Syarat utama untuk mengikuti kompetisi ini cukup berat, peserta harus dapat menyiapkan hasil riset dan penelitian berbentuk perencanaan bisnis (business plan) yang berorientasi pada keuntungan dan berdampak sosial positif bagi masyarakat luas. 

Tergabung dalam tim bernama ‘EcoFaeBrick‘, Ke enam mahasiswa Prasetiya Mulya itu mengalahkan sembilan finalis dari sekolah bisnis dan universitas-universitas peringkat dunia, seperti London Business School, ESSEC Business School Perancis, Columbia Business School, George Washington University School of Business, Tuck School of Business Dartmouth, Indian School of Business, Sasin Graduate Institute of Business Administration, SP Jain Institute of Management and Research, serta Haas School of Business. Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan karena setelah sepuluh tahun kompetisi ini digelar, baru tahun inilah ada tim sekolah bisnis dari luar AS berhasil menjadi juara pertama 

Bekerja sama dengan organisasi non-formal bernama ‘Faerumnesia‘, tim EcoFaeBrick memulai proyek penelitian bisnis ini pada Desember 2008 di daerah Godean dan Sayegan, Yogyakarta, yang memiliki komunitas peternak sapi. 

Tujuan utama kerjasama ini awalnya dimaksudkan untuk dapat mengatasi polusi kotoran sapi yang selalu menjadi masalah bukan saja di daerah ini tetapi juga di semua tempat dimana terdapat komunitas peternak sapi. Limbah kotoran sapi menjadi pilihan karena besarnya volume limbahnya yang mampu mencapai 20 kilogram per hari/ekor sapi. 

Pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi bahan baku pembuatan bata untuk bahan bangunan ini ternyata mempunyai banyak keuntungan antara lain adalah : 

Mengurangi penggunaan bahan dari tanah liat yang merupakan bahan yang tidak dapat dibarukan. Sekaligus mengurangi kerusakan lingkungan akibat penggalian bahan baku tanah liat yang berlebihan.

Mengurangi penggunaan kayu bakar serta menurunkan biaya produksi karena memanfaatkan biogas metana hasil dari limbah kotoran sapi. Dengan demikian, akan didapatkan bahan bangunan yang berharga murah dan terjangkau untuk kemakmuran masyarakat

Karena itulah, tidak mengherankan jika beberapa utusan negara dari Meksiko, Argentina, dan India yang merupakan negara produsen besar sapi di dunia tertarik dengan business plan buatan tim EcoFaeBrick ini. Bahkan, untuk proyek ini sedang ada penjajakan dari UNDP untuk dapat membangun rumah yang murah dan layak huni untuk seluruh penduduk dunia.

 

Sumber : 

arsitekturina.blogspot.com

edukasi.kompas.com. s

Comments (0)