Beternak Jangkrik yang Menguntungkan
Ternyata, jangkrik liogryllus bimaculatus bukan cuma bisa dipermainkan dalam aduan. Binatang yang bunyinya mengkerik ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan burung sehingga bisa dijadikan bisnis yang menghasilkan duit tak sedikit. Peluang itulah yang kini dimanfaatkan warga Kampung Tanah Tinggi, Sekolahan, Tangerang, Banten. Pekan pertama Januari ini, SCTV bertandang ke rumah Soleh, warga setempat yang sudah setahun berprofesi sebagai penangkar serangga itu.
Soleh mengaku mengembangbiakkan jangkrik di sebuah kamar kecil berukuran 3X5 meter persegi. Di ruangan itulah ditumpukkan sejumlah kardus yang dicat dengan cairan tanah merah. Di satu sisi kotak-kotak yang berfungsi sebagai kandang ini lantas dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Soleh menyatakan, kandang yang baik biasanya berukuran tinggi 30-50 sentimeter, lebar 60-100 cm, dan panjang 120-200 cm.
Di sekitar kardus disebarkan pasir lembab yang ditaruh di dalam nampan. Benda-benda ini kemudian akan mengundang jangkrik betina datang bertelur. Telur-telur itu biasanya menetas dalam tempo seminggu sampai sepuluh hari. Agar terpelihara sehat dan berkembang biak pesat, jangkrik diberi makan kangkung. Selain itu, dapat pula diberi bekatul jagung, ketan hitam, tepung ikan, atau pun kuning telur bebek. "Pemberian makan dilakukan setiap hari," kata Soleh yang sebelumnya bekerja sebagai penjual ikan.
Menurut Soleh, tak sulit menggeluti bisnis ini. Sebab, proses pemeliharaannya relatif mudah dan tak membutuhkan biaya besar. Dengan harga Rp 20 per ekor, ratusan ribu jangkrik bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp 2 juta per bulan. Namun, tak jarang kerugian melanda jika hewan-hewan ini diserang penyakit berupa perut kembung berisi cairan. Biasanya hal ini disebabkan oleh kotak penyimpanan jangrik yang terlalu lembab.
Laba yang dihasilkan usaha ini membuat banyak warga Tanah Tinggi tertarik menggarapnya. Kini, puluhan keluarga di sana melakukan hal serupa Soleh. Warga di luar negeri sana, tepatnya di Thailand pun melakukannya
Ternyata, jangkrik liogryllus bimaculatus bukan cuma bisa dipermainkan dalam aduan. Binatang yang bunyinya mengkerik ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan burung sehingga bisa dijadikan bisnis yang menghasilkan duit tak sedikit. Peluang itulah yang kini dimanfaatkan warga Kampung Tanah Tinggi, Sekolahan, Tangerang, Banten. Pekan pertama Januari ini, SCTV bertandang ke rumah Soleh, warga setempat yang sudah setahun berprofesi sebagai penangkar serangga itu.
Soleh mengaku mengembangbiakkan jangkrik di sebuah kamar kecil berukuran 3X5 meter persegi. Di ruangan itulah ditumpukkan sejumlah kardus yang dicat dengan cairan tanah merah. Di satu sisi kotak-kotak yang berfungsi sebagai kandang ini lantas dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Soleh menyatakan, kandang yang baik biasanya berukuran tinggi 30-50 sentimeter, lebar 60-100 cm, dan panjang 120-200 cm.
Di sekitar kardus disebarkan pasir lembab yang ditaruh di dalam nampan. Benda-benda ini kemudian akan mengundang jangkrik betina datang bertelur. Telur-telur itu biasanya menetas dalam tempo seminggu sampai sepuluh hari. Agar terpelihara sehat dan berkembang biak pesat, jangkrik diberi makan kangkung. Selain itu, dapat pula diberi bekatul jagung, ketan hitam, tepung ikan, atau pun kuning telur bebek. "Pemberian makan dilakukan setiap hari," kata Soleh yang sebelumnya bekerja sebagai penjual ikan.
Menurut Soleh, tak sulit menggeluti bisnis ini. Sebab, proses pemeliharaannya relatif mudah dan tak membutuhkan biaya besar. Dengan harga Rp 20 per ekor, ratusan ribu jangkrik bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp 2 juta per bulan. Namun, tak jarang kerugian melanda jika hewan-hewan ini diserang penyakit berupa perut kembung berisi cairan. Biasanya hal ini disebabkan oleh kotak penyimpanan jangrik yang terlalu lembab.
Laba yang dihasilkan usaha ini membuat banyak warga Tanah Tinggi tertarik menggarapnya. Kini, puluhan keluarga di sana melakukan hal serupa Soleh. Warga di luar negeri sana, tepatnya di Thailand pun melakukannya



Comments (0)