Beternak Lebah Menjanjikan
Gianyar (BisnisBali) – Lebah madu merupakan salah satu potensi yang cukup besar terdapat di Gianyar dan sampai saat ini belum digarap secara maksimal, Padahal, beternak lebah madu bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Terlebih harga madu di pasaran cukup mahal, khususnya madu asli yang dijual di atas Rp 100 ribu per botol.
Kadis Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Gianyar, IGN Puja Wartika, belum lama ini mengatakan, banyaknya terdapat tebing, jurang, hutan dan jenis bunga-bungaan, menjadikan di Gianyar banyak terdapat lebah madu.
Hanya saja, potensi yang ada itu belum dikelola dengan baik, khususnya petani yang ada di Desa Bukian, Kecamatan Payangan yang masih luas hutan maupun banyak tebing sebagai tempat bersarangnya lebah madu.
Jika budi daya lebah madu dilakukan secara intensif, petani bisa memperoleh penghasilan yang lumayan besar. Terlebih madu yang dihasilkan lebah itu banyak mengandung gizi, vitamin maupun protein. Ini menyebabkan, harga madu asli di pasaran cukup mahal, yakni di atas Rp 100 ribu per botolnya.
“Bekerja sama dengan petani, sekarang kami sudah membentuk kelompok petani lebah madu di Desa Bukian, Payangan dengan anggota 80 orang. Sejak dibentuk beberapa bulan lalu, kini sudah bisa melakukan panen madu.
Bahkan, sudah pernah panen perdana dengan hasil yang cukup bagus. Sebanyak 62 buah sarang lebah sudah menghasilkan madu yang siap dipanen,” katanya.
Puja Wartika menambahkan, belum digarapnya potensi lebah madu di Gianyar itu, dikarenakan petani belum bisa mengambil lebah untuk bisa diternakkan dalam kungkungan.
Namun, setelah mendapatkan pembinaan dan pelatihan, para petani yang tergabung dalam kelompok lebah madu itu kini sudah bisa mencari lebah, cara panen yang benar dan lainnya tanpa menggunakan alat bantu.
“Dengan beternak lebah madu, penghasilan petani setempat sekarang meningkat dari hasil penjualan madu,” ungkap Kasi Hutan Rakyat Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Gianyar, Putu Budiani, S.P. *mur
Last Updated ( Sunday, 03 May 2009 00:01 )



Comments (0)