Login Disini



Pengunjung

We have 8 guests online

Iklan

Mesothelioma
PDF Print E-mail
Written by Antara   
Wednesday, 09 December 2009 14:57

Kalteng Kekurangan 2.257 Ton Daging Sapi

Antara - Selasa, 8 Desember

 

[Kalteng Kekurangan 2.257 Ton Daging Sapi] Kalteng Kekurangan 2.257 Ton Daging Sapi.

Palangkaraya (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Tengah dalam tahun ini diperkirakan mengalami kekurangan 2.257 ton daging sapi akibat minimnya produksi peternakan sapi di wilayah itu.

"Produksi komoditi peternakan Kalteng tahun ini sebenarnya menunjukkan peningkatan signifikan, walaupun untuk tahun 2009 masih mengalami kekurangan untuk memenuhi kebutuhan sendiri," kata Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, di Palangkaraya, Selasa.

 

Meski mengalami kekurangan ribuan ton daging sapi, kata Teras, kekurangan tersebut masih dapat diatasi dengan pemenuhan pasokan dari daerah lain, yang selama ini juga rutin mendatangkan bibit untuk ternak sapi lokal.

Teras menilai kekurangan daging sapi itu juga sekaligus merupakan peluang bagi pengusaha setempat untuk mengembangkan usahanya secara lebih intensif.

Pola pengembangan ternak secara intensif itu, lanjut Teras, selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat juga dapat meningkatkan pendapatan bagi peternak.

Pemprov Kalteng sebelumnya juga telah menempuh berbagai program untuk menggalakkan peternakan rakyat, diantaranya dengan proyek bantuan pengadaan sapi potong yang terintegrasi dengan program pertanian.

Hal itu dilakukan karena tiap tahun Provinsi Kalteng membutuhkan sekitar 12 ribu ekor sapi, dan hanya sebagian kecil yang mampu diproduksi sendiri.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng Tute Lelo mengatakan, pemerintah daerah berupaya menekan jumlah sapi yang harus didatangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal setempat sebanyak 1.000 sapi per tahun dengan memperbanyak upaya penggemukan sapi lokal.

"Tiap tahun kami mendatangkan 7.000 ekor sapi dari daerah lain, namun kami berupaya ditekan hingga hanya 6.000 ekor saja," kata Tute Lelo.

Menurut dia, pemerintah daerah kini tengah menggalakkan upaya penggemukan sapi besar-besaran di berbagai daerah guna mengurangi ketergantungan impor sapi dari Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Comments (0)