|
Gubernur Jabar: Mari, Gemari Kambing SENIN, 16 NOVEMBER 2009 | 13:55 WIB BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan mendorong masyarakat di daerah ini untuk menggemari daging kambing dan domba untuk meningkatkan konsumsi daging di provinsi itu. "Diharapkan keberadaan pasar ternak regional di Jabar tidak hanya berorientasi pada pemasaran daging sapi, tetapi juga dapat lebih optimal mendorong pemasaran ternak kambing dan domba," kata Heryawan, Senin (16/11) di sela-sela peluncuran Optimalisai Pasar Ternak Jabar di Majalengka.
Ia mengatakan, Jabar menggiatkan pengembangan sektor peternakan dalam salah satu program kerjanya pada 2009 ini, di samping tetap mengoptimalkan peternakan penggemukan sapi. Upaya pengembangan peternakan kambing dan domba itu dianggap perlu mengingat tingginya kebutuhan konsumsi daging sapi di Jawa Barat yang belum mampu dipenuhi oleh produksi daging sapi lokal. Jadi, pemenuhan untuk konsumsi daging sapi masih bergantung pada provinsi lain sebagai pemasok. Saat ini, kata dia, konsumsi daging domba dan kambing di Jawa Barat baru mencapai 3,932 juta kilogram per tahun atau hanya mencapai 12,44 persen dari potensi ternak kambing dan domba di provini itu. Berdasarkan data dari Dinas Peternakan Jawa Barat, jumlah populasi domba di Jabar mencapai 5,31 juta ekor dan kambing sebanyak 7,39 juta ekor. "Konsumsi dan domba merupakan konsumsi daging riil yang bisa dilakukan oleh masyarakat, hanya saja saat ini belum disadari masyarakat yang justru masih tergantung daging sapi," kata Heryawan. Ia menambahkan, saat ini tingkat konsumsi daging di Jabar baru mencapai 7,89 kilogram per kapita per tahun atau 78,12 persen dari target normal gizi 10,10 kilogram per kapita per tahun. Ia mengakui, perlunya terobosan untuk meningkatkan masyarakat suka mengkonsumsi daging kambing dan domba untuk mencapai target normal gizi konsumen daging di provinsi itu. Selain itu, Jabar juga mendorong sentra agrobisnis peternakan sapi perah, bibit sapi betina, dan pemanfaatan sapi perah jantan sebagai ternak potongan. Saat ini, kata dia, populasi ternak sapi perah di Jabar sebanyak 111.250 ekor dengan produksi susu yang dihasilkan sebanyak 242.102 ton. "Jabar saat ini menjadi produsen susu terbesar kedua secara narional, sebagian besar dikelola peternak rakyat," kata Gubernur. Meski demikian, tingkat konsumsi susu di Jabar belum juga ideal, yakni 5,93 kilogram per kapita per tahun atau 97,21 persen dari target sebesar 6,10 kilogram per kapita per tahun. "Sayangnya potensi itu terkendala masih lemahnya posisi tawar peternak dalam memperoleh nilai jual susu sehingga berakibat pada penurunan harga susu yang diterima dari industri pengolahan susu," kata Heryawan. |
Comments (0)